Selasa, 17 November 2015

PROSES MEMILIKI RUMAH DI PURI HARMONI 7 ( bag.4)


      Suatu hari di bulan September 2015, akhirnya kami mendapatkan panggilan wawancara untuk KPR yang kami ajukan di bank BTN. Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, bahwa kami mengajukan KPR untuk pembelian rumah di perumahan Puri Harmoni 7 yang berada di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

      Senang sekaligus deg-degan, itulah yang saya dan isteri rasakan setelah mendapatkan informasi dari bagian pemasaran, bahwa kami dipanggil untuk wawancara di bank BTN cabang Cibubur pada tanggal 5 September 2015.
 
      Terus terang tahap wawancara ini memang sudah sejak bulan Juli 2015 kami tunggu. Yaitu sejak cicilan DP kami sebesar 15.200.000,- lunas. Dan akhirnya kini kami tinggal beberapa hari lagi menghadapi tahap selanjutnya dalam proses memiliki rumah kami sendiri.

      Saat tanggal yang ditentukan, saya tidak dapat menemani isteri saya untuk wawancara dikarenakan tugas yang tidak bisa ditinggalkan. Untungnya, pihak bank hanya mewajibkan isteri saya sebagai pemohon untuk hadir. Akhirnya dengan berat hati saya merelakan isteri saya datang ke BTN cabang Cibubur seorang diri.

      Selama dipekerjaan saya agak gelisah menunggu telpon dari isteri karena ingin segera mengetahui hasil wawancara tersebut.

      Akhirnya menjelang siang hari, isteri saya menelpon. Tanpa banyak basa-basi saya langsung menanyakan bagaimana wawancaranya.

      Isteri saya mulai menceritakan kronologinya, mulai dari ia tiba di lokasi tepat jam 9 pagi, sesuai permintaan bagian pemasaran yang katanya juga hadir di lokasi.

      Kemudian lamanya mengantri menunggu giliran wawancara, yang ternyata saat wawancara, waktu yang dihabiskan tidak lebih dari 5 menit !
Alamak, singkat sekali.

      Dan saat wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan hanya seputar pekerjaan isteri. Mulai dari berapa lama mulai bekerja disana, berapa gaji perbulan dan sebagainya.

      Saat saya tanyakan kapan kita mendapatkan keputusan SP3K, isteri saya mengatakan bahwa nanti akan dikabari oleh bagian pemasaran Puri Harmoni 7.

      Hmm...menurut yang pernah saya baca dari pengalaman teman-teman di internet yang juga pernah mengajukan KPR, paling cepat 2 minggu dan paling lama 1 bulan dari wawancara.
Wah, harus bersabar lagi nih. Kami belum bisa bernafas lega.

      Namun setidaknya satu lagi tahapan sudah kita lewati. Artinya, kami semakin dekat dalam mewujudkan impian kami.


     Saya masih rutin mengunjungi Puri Harmoni 7 setiap minggunya. Dan saya melihat progress positif, walaupun ada rasa kecewa juga. Blok rumah saya yang berada di tengah perumahan, ternyata mendapat giliran kelompok terakhir untuk dikerjakan. Padahal, pak Topik selaku marketing kami, pernah mengatakan bahwa setelah lebaran, giliran blok kami yang dikerjakan. Ternyata, blok terdepan perumahan yang di dahulukan. Entah apa maksudnya.

Ya sudahlah, kembali harus bersabar dan positif thinking.

Saking seringnya saya kesana, beberapa pekerja proyek mengenali saya. Mulai dari mandor hingga tukang. Hehehe...

      Saya jadi mengetahui suka duka mereka bekerja di proyek perumahan ini. Dan saya juga sering mendengar diantara mereka yang ‘nakal’ dalam pekerjaannya.

Meski jengkel juga saya mendengarnya, karena saya sebagai konsumen, tapi saya mencoba memakluminya. Asal jangan hasilnya nanti Sangat...SANGAT mengecewakan konsumen.

Namun mungkin saya menyarankan kepada Developer Puri Harmoni 7, tolong supervisi yang benar soal tehnis bangunan. Dalam hal ini pak Hari, selaku tim tehnis dari pihak developer.. Tolong awasi para pemborong secara langsung. Banyak keluhan yang saya dapatkan dari beberapa sumber yang terlibat dalam proyek tersebut, seolah pekerjaan yang dilakukan terkesan asal-asalan. Tanggung jawab dari para pekerja terkadang harus dipertanyakan komitmennya.

Saya seorang profesional di bidang saya, jika saya sudah menyanggupi sebuah pekerjaan dengan harga yang sudah disepakati, maka saya bertanggung jawab penuh atas pekerjaan itu dan melakukan yang terbaik. Jangan hanya karena dibilang bayaran yang ‘murah’...ya jadi seadanya. Lho !!
Kalau memang keberatan soal harga, mereka harusnya nego di depan, jangan setelah mengatakan sanggup tapi pekerjaan yang dilakukan kurang dapat dipertanggungjawabkan. Sangat TIDAK Profesional....

Kami membeli lho Pak...bukan MENGEMIS.

Mungkin kami hanya sanggup membeli rumah yang murah, tapi murah bukan berarti tidak dihargai. Itu hasil keringat kami yang bekerja keras guna mewujudkan mimpi kami....jadi tolong hargai.
Saya tidak mengharapkan bangunan yang sempurna seperti rumah yang harganya lebih dari 300 juta-an. Tapi saya mengharapkan kejujuran dan komitmen Anda dalam bekerja.

Mohon maaf jika tulisan ini menyinggung beberapa pihak. Namun saya masih percaya nama besar Vistaland. Sebab, kejayaan tidak dibangun hanya dalam semalam. Pengalaman yang bertahun-tahun, membuat Vistaland tumbuh sebagi developer yang terpercaya. Baik oleh bank maupun konsumen.
Akhirnya saya masih menunggu kabar baik selanjutnya, yaitu terbitnya SP3K dari bank BTN. Semoga tidak lama....amin.

Kamis, 10 September 2015

Puri Harmoni 7

Perjalanan Menuju Puri Harmoni 7


Puri Harmoni 7 adalah nama perumahan bersubsidi yang dibangun dan dikembangkan oleh developer PT. Vista Bangun Multiguna, bagian dari Vistaland grup.

Puri Harmoni 7 terletak di Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Saya salah satu konsumen yang mengambil unit di blok B2 no.7 di perumahan tersebut. Insya Allah, sebentar lagi proses yang saya lalui sejak bulan Januari awal akan selesai.

Berikut saya mendokumentasikan perjalanan dari tempat tinggal saya di Cibubur menuju lokasi perumahan Puri Harmoni 7.

Setelah melalui jalan Transyogie yang mulai padat lalu lintasnya, kita akan sampai di Fly Over Cileungsi. Dimana jika ke kiri menuju bekasi, naik fly over menuju taman buah Mekar Sari, dan ke kanan menuju Citeureup, Gn. Puteri.

Saya belok ke kanan, masuk ke jalan Narogong ke arah Gn. Puteri. Melewati pasar Cileungsi yang menjadi titik kemacetan di jalur itu.

Jalan Narogong yang berdebu dan dilalui banyak truk-truk besar pengangkut batu kapur, bahan pembuat semen

Jalan Narogong adalah jalan kawasan industri, dimana ada pabrik dan kawasan industri di sepanjang jalan. Jalan ini cukup rusak dimana banyak jalan yang aspalnya mulai terkikis, menyisakan batu-batu kerikil dan batu kapur. 

Debu sudah pasti menghiasi bangunan-bangunan di sisi kiri dan kanan jalan.

Papan petunjuk arah perumahan Puri Harmoni 7 di sisi kiri jalan Narogong yang berdebu

Banyaknya truk-truk besar yang melintas, membuat kondisi jalan rusak parah di beberapa bagian

Setelah sekitar 4 Km perjalanan arah citeureup dari pasar Cileungsi, kita menemukan papan petunjuk perumahan Puri Harmoni 7.

Kemudian belok kiri, masuk ke jalan Klapanunggal. Atau ada juga yang menyebut jalan alternatif Cileungsi - Jonggol.

Disini, debu-debu jalanan mulai berkurang, meskipun bukan tidak ada sama sekali. Namun setidaknya saya sudah berani membuka kaca helm dan penutup hidung. (legaaa...hehehe...)

Ke kiri adalah jalan masuk ke Klapanunggal

Jalan Klapanunggal dengan pemandangan gunung kapur yang di eksploitasi oleh pabrik semen

Jalan Klapanunggal yang kondisinya sedikit lebih baik dari jalan Narogong



Di jalan Klapanunggal, banyak ditemui komplek perumahan-perumahan. Saat kita menuju ke perumahan Puri Harmoni 7, kita akan melewati perumahan Coco Garden di sisi kanan dan perumahan yang besar yaitu Grand Kahuripan di sisi kiri.


gerbang perumahan Coco Garden

gerbang perumahan Grand Kahuripan

Setelah 1 Km dari Grand Kahuripan, akhirnya kita menemukan papan petunjuk Puri Harmoni 7. Tepat di depan SDN 02 Bojong kita belok ke kanan. Setelah masuk, kita dihadapkan pada pemandangan alam yang tidak dijumpai di Jakarta. 

Tanah Lapang yang digunakan oleh warga dan anak-anak sekolah untuk kegiatan olah raga

sesungguhnya pemandangan inilah yang membuat saya jatuh hati dan mengambil unit di PH 7
 Akhirnya kita tiba di gerbang Puri Harmoni 7...rumah yang insya Allah akan ditempati oleh kami sekeluarga. Dimana mimpi dan harapan akan terangkai disini...amin

gerbang PH 7 yang masih proses pembangunan

 Demikian dokumentasi perjalanan yang bisa saya buat, semoga menjadi inspirasi teman-teman.

Proses Memiliki Rumah (3)

Puri Harmoni 7 (bag.3)



Saat saya sudah mulai proses untuk pembelian rumah di Puri Harmoni 7, tanpa disangka, teman dekat saya juga berminat dan akhirnya ikut mengambil unit rumah Puri Harmoni 7. Kawan saya yang biasa dipanggil Ko Jefri, memilih kavling D5 no. 12, yang ternyata masuk di tahap 2 pembangunannya. Jadi meskipun saya yang lebih dulu proses, namun untuk jadwal wawancara bank dan serah terima kunci nantinya Ko Jefri akan lebih dulu.

Wah, saya jadi lebih bersemangat untuk mengikuti proses ini hingga selesai. Karena saya akan ada teman untuk saling berbagi informasi tentang segala sesuatunya selama dalam perjalanan proses di perumahan ini.

Luas tanah yang dipilih Ko Jefri di perumahan ini sekitar 105 m2. Sehingga DP yang harus dibayarkan lebih dari 32 juta rupiah dan dapat dicicil hingga 7 x.

Kini kami jadi lebih sering bertemu untuk sekedar berdiskusi tentang PH 7. Kesamaan kami adalah, ini merupakan rumah pertama dan pengalaman pertama membeli rumah. Jadi saya merasa tidak sendirian dalam petualangan ini. 

Akhirnya saya dan Ko Jef mulai menyicil DP sesuai yang telah ditentukan oleh pihak developer.
Selama masa menyicil saya dan Ko Jef sering berkunjung ke lokasi untuk melihat progres pembangunan disana. Hampir seminggu sekali kami ke lokasi perumahan. Hingga kami mulai mengenal beberapa orang dari developer, terutama Pak Pengki. Pak Pengki adalah salah seorang petugas keamanan di Puri Harmoni 7. Orangnya ramah dan menyenangkan. Beliau sampai hafal dengan wajah kami karena mungkin seringnya kami datang. Hehehe….

Dari Pak Pengki kami mendapat informasi tentang progres pembangunan di PH 7. Hal yang pertama dilakukan developer, tentu saja membuka jalan akses untuk truk yang membawa bahan-bahan bangunan. 

Bulan Januari kami melihat jalan di depan kantor pemasaran dan rumah contoh sudah di beton, namun hanya sekitar 100-an meter saja yang dibeton, sedang sisanya masih berupa jalan tanah yang masih bergelombang.

Jalan beton yang sudah dibuat

Jalan beton di depan rumah contoh dan kantor pemasaran



Setelah beberapa kali kami datang, kami belum juga melihat para pekerja mulai membangun unit rumahnya. Masih berupa akses jalan yang dikerjakan dan beberapa bedeng bangunan yang terbuat dari triplek yang sudah berdiri. Beberapa bahan bambu memang sudah menumpuk di salah satu sisi kavling blok C namun tanda-tanda untuk mulai membangun unit rumahnya belum kami lihat. Belum ada tumpukan batako, semen ataupun pasir.

Saat itu mulai masuk bulan Februari, kami mulai cemas akan keterlambatan waktu pembangunan yang nantinya berimbas pada jadwal serah terima tentunya.

Kami lalu menanyakan kepada Pak Taufik, selaku marketing kami, tentang kapan pembangunan dimulai ?

Dikarenakan faktor cuaca yang belum bersahabat, alias hujan deras hampir setiap hari, menyebabkan pembangunan belum bisa dilaksanakan, demikian jawaban Pak Taufik. Dan mengenai jadwal serah terima untuk tahap 1 & 2 memang dipastikan mundur, namun diharapkan tahap selanjutnya tidak. 

Yaah, kami hanya bisa berharap semoga tidak ada kendala selain faktor cuaca. Dan semoga cuaca di bulan Februari ini mulai bersahabat. Please….

Menjelang pertengahan Februari 2015, Ko Jef menelepon saya yang mengatakan bahwa ia mendapat panggilan untuk wawancara hari sabtu nanti. Sebenarnya itu kabar yang baik, artinya tahap baru dimulai. Namun ia heran, padahal ia baru 2x bayar cicilan dari 7x kewajibannya.

Saya katakan padanya bahwa hal itu bukan masalah, karena toh baru wawancara. Kecuali kalau akan dilakukan akad kredit, maka harus sudah lunas DP yang menjadi kewajiban kita sebagai pembeli.

Saya baru bisa bertemu Ko Jef pada hari seninnya, karena sabtu-minggu saya harus bekerja. Tak sabar rasanya untuk segera bertemu dengannya dan menanyakan seperti apa proses wawancaranya.

Akhirnya saat kami bertemu, ia mengatakan bahwa harus membuka rekening bank BTN dan kemudian pertanyaan-pertanyaan seputar pekerjaan. Dari mulai alamat kantor, berapa lama kerja disana, berapa gajinya, apa ada pinjaman lain dan seterusnya. Waktu wawancara katanya hanya beberapa menit saja. Tak sampai 5 menit.

Walah…sebentar amat ya.
 


Nyambung lagi ya....